Sangat menarik bila melihat latar belakang dan seluk beluk
antara golongan Syi'ah dengan Wahabi (Salafi), di mana sama-sama sebagai
kelompok dari umat islam ini yang suka membuat kontreversi. Yang satu
mengkafirkan para Sahabat beserta Isteri Nabi, dan yang satu lagi pun juga
mengkafirkan Orangtua Nabi.
Meskipun mereka meyakini dan berdalih adanya berbagai dalil agama
menurut mereka (Syi'ah dan Wahabi), namun yang jelas dalil-dalil yang
mereka yakini itu total tidak sesuai dengan pemahaman ajaran islam
Ahlussunnah Wal Jamaah.
Secara emosional, jika berbicara mengenai asal usul Wahabi atau golongan
yang menamakan dirinya Salafi (berasal dari Saudi) ternyata mempunyai
sejarah dan lika-liku yang yang menyakitkan bagi umat islam. Baik Wahabi
maupun kaum Syi'ah adalah sama-sama sebagai korban hasutan atau
korban ghazwul fikri (perang pemahaman) yang dilancarkan oleh pihak
Zionis Yahudi.
Kedua-duanya terhasut bahwa pintu ijtihad masih terbuka luas sehingga
bagi mereka tidak patut mengikuti Imam Mazhab yang empat dan mereka
disibukkan dengan mengulang kembali apa yang telah dilakukan oleh
Imam Mazhab yang empat namun mereka belum berkompetensi sebagai
imam mujtahid mutlak.
Kelompok Wahabi yang merasa telah mengikuti Salafus Sholeh namun
kenyataannya mereka justru cuma mengikuti para ulama yang mengaku-
ngaku diri mengikuti salafus sholeh saja dan tidak pernah bertemu langsung
atau bertalaqqi (mengaji) dengan para ulama salafus sholeh. Bahkan
yang bikin tercengang dan parahnya lagi, kenyataannya mereka itu tidak
sejalan dengan imam-imam mazhab yang empat apalagi bertemu dan
bertalaqqi (mengaji) dengan para palafus sholeh.
Sementara kelompok Syiah yang merasa telah mengikuti Imam Ahlul Bait
namun kenyataannya mereka hanyalah mengikuti para ulama yang
mengaku-ngaku diri mengikuti imam ahlul bait saja. Dan kenyataannya
mereka tidak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Imam Ahmad
Al Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al Uraidhi bin Ja’far Ash Shodiq
bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Sayyidina Husain ra bin
Sayyidina Ali ra untuk mengikuti Imam Mazhab yang empat yang bertemu
dan bertalaqqi (mengaji) dengan Salafush Sholeh.
Asal usul Wahabi ternyata ada hubungannya dengan Syi'ah
Sejenak berikut ini mari kita melihat sedikit bagaimana kisah asal-usul
Wahabi itu berasal dari fahaman Syi'ah Rafidhi, itulah keterangan dari
Mr. Hempher yang menukil /mengambil isi dari kitab karangan yang
dituliskan oleh kelompok Syi'ah Rafidhah.
Mr. Hempher yang jadi partnernya tuan Suud (Raja Suud) pada masa
awal kebangkitan kerajaan boneka (Inggris) Arab Saudi dahulu di Nejad,
tahu akan sifat-sifat Rafidhi tersebut yaitu suatu kelompok yang menolak
Zaid bin Ali (lmam Zainal Abidin) untuk membantunya memerangi Bani
Umayyah tapi sangat menginginkan kekuasaan.
Kitab karangan dan tulisan kelompok Rafidhi inilah yang kemudian
digunakan Mr.Hempher untuk mempengaruhi Muhamad bin Abdul Wahab
yang bodoh menurut Hempher dan kurang faham agama.
Dalam kitab karangan dan tulisan kelompok Rafidhi disebutkan bahwa
mereka menuduh Sayidina Umar bin Khatab sebagai pelaku bid'ah, yang
berani merubah-ubah hukum Allah dengan menghapus nikah Mut'ah yang
menurut kaum Rafidhi itu dihalalkan.
Dalam kitab dan salinan Syiah Rafidhi mereka mengatakan apa-apa yang
tidak dilakukan dan dicontohkan Nabi Muhammad adalah bid'ah. Karena
itulah oleh Rafidhi kemudian melaknat para Sahabat Nabi Sayidina
Abu Bakar, Sayidina Umar, Sayidina Utsman serta menuduh mereka
sebagai pelaku bid'ah.
Dari bukti itulah Mr. Hempher yang mengutip dan mengambil pemahaman
kitab-kitab Syiah Rafidhi untuk mempengaruhi Muhamad bin Abdul Wahab.
Hal ini terbukti dengan fakta sejarah bahwa Muhamad bin Abdul Wahab juga
pernah melakukan nikah mut'ah dengan dua wanita agen Inggeris. Dan semua
umat islam Ahlussunnah Waljama'ah juga tahu bahwa istilah dan praktek
nikah mut'ah adalah ajaran dan kebiasaan kaum syiah.
Kemudian ketika Mr. Hempher dan Muhamad bin Abdul Wahab melakukan
perjalanan ke lran yang didominasi orang Syi'ah, mereka berdua melakukan
praktek taqiyah yang biasa dilakukan oleh penganut Syi'ah.
Jadi tidak usah heran mengapa Salafi Wahabi sekarang juga menghalalkan
pernikahan Misyar?
Itu sebab nikah misyar adalah jenis dari pada nikah Mut'ah juga yang tidak lain
hanya sedikit pergantian nama namun pada prakteknya sama saja.
Maka tidak heran jika Salafi Wahabi kadangkala berdusta karena sebab pendirinya
saja Syeikh Muhamad bin Abdul Wahab memang telah lebih awal mempraktekkan
taqiyah ala Syi'ah yang diajarkan Mr. Hempher kepadanya.
Intisarinya ini bermakna Salafi Wahabi adalah berasal dari pemahaman
Syi'ah Rafidhi yang telah berganti nama sekte saja.
Dari hal ini, mari kita istiqomah mengikuti para ulama yang sholeh, kalangan
ahlul bait, para habaib (keturunan keluarga Rasulullah) karena mereka
mendapatkan pengajaran agama dari para orang tua mereka secara
langsung terdahulu yang tersambung hingga kepada Imam Sayidina Ali ra.
Dan Sayidina Ali pun orang yang mendapatkan pengajaran agama langsung
dari lisannya Rasulullah Saw, sehingga terjaga kemutawatiran sanad, kemurnian
agama dan aqidahnya tidak tercampur dengan akal pikiran manusia yang di
dalamnya adalah unsur hawa nafsu.
Para ulama dari kalangan Ahlul Bait telah sepakat bahwa apa yang disampaikan
oleh pemimpin atau imam ijtihad kaum muslim (imam mujtahid mutlak) yakni
para ulama / imam mazhab yang empat telah sesuai dengan pengajaran
agama yang telah mereka dapatkan dari orang tua-orang tua mereka terdahulu
dan tersambung juga kepada Imam Sayyidina Ali ra yang mendapatkan pengajaran
agama dari Rasulullah Saw.
Semoga kita selalu senantiasa diberikan petunjuk, rahmat hidayah Allah hingga
mencapai akhir hayat yang husnul khatimah.
VIDEO TRANS 7 WAHABI SETAN NAJD BIKINAN YAHUDI BISA ANDA
SAKSIKAN
Dengan meng KLIK VIDEO BERIKUT :
SAKSIKAN
Dengan meng KLIK VIDEO BERIKUT :
sumber http://www.mudhiatulfata.net/2016/08/na-ternyata-wahabi-salafi-awal-mulanya.html
0 komentar